Saturday, July 17, 2010

Ini Fansmu Sedang Meracau, Bang Andrea! :D

Aku pulaaaaang :D

Haha, sebenernya sih gue pulang hari Senin kemarin, cuma baru sempet posting sekarang, 6 hari setelah menginjak tanah Parahyangan. Oh damn, internet di rumah gue yang sebulan kemarin di-off (karena gue resmi ga akan pake selama KP Juni kemarin), sekarang malah menemui masalah pas mau di-on-in lagi. Jadi, untuk pengaktifan internetnya harus melalui suatu alat di rumah tetangga gue. Alat itu disimpen di balkon lantai dua rumahnya. NAH! Masalahnya kemudian, kunci buat ke balkonnya hilang.
Oh, please, please, please.. -______-
Sepertinya warnet akan menjadi sahabat gue dalam waktu dekat.

Yang lebih penting, hari Kamis kemarin gue datang ke acara Meet & Greet Andrea Hirata di Gramedia. Yaaay! Gue kesana sendiri dan udah kaya orang autis aja senyam-senyum sendiri pas Andrea Hirata dateng dari lantai bawah lewat eskalator yang dikawal sama satpam. Gue langsung mengangkat kamera gue dan jeprat-jepret, sekalian sok sibuk, takut ditanya dan disuruh maju ke depan, hehe. Dan setelah gue liat sekeliling, yang bawa kamera digital ternyata hanyalah gue seorang. Yang lainnya kebanyakan pake hape yang piksel kameranya oke. Keliatan banget sih gue niat dari rumah pengen foto-foto! :p




Acaranya cuma sebentar, sejam itu udah sesi tanya jawab, games, ngantri minta tandatangan dan sesi foto-foto. Jujur, gue baru pertama kali berada dalam situasi begini, ketemu artis. Makanya gue agak gugup pas ngantri minta tandatangan dan foto. Tapi, dari kenorakan gue kemarin, gue punya beberapa tips bagi para pembaca yang merasa udik seperti saya, dikhususkan bagi pembaca yang pengin ketemu artis agar waktunya dengan si idola menjadi saat-saat yang berkualitas:

1. Kalau Anda datang sendiri, jangan ragu untuk meminta orang lain untuk mengambil foto Anda dengan si artis. Berdasarkan pengalaman saya, memang lebih baik datang ke acara seperti ini mengajak teman atau pasangan untuk menjadi partner histeria.
2. PASTIKAN--penting ini--pastikan orang yang dimintai memfoto adalah orang yang cukup kompeten dalam mengambil gambar, karena pasti Anda tidak ingin kehilangan momen berharga dalam waktu yang singkat itu. 
3. Kalau minta tandatangan, biar lebih berkesan untuk kita, mintalah si idola menuliskan nama kita sebelum tandatangannya. Tulisan asli sang artis yang menuliskan nama kita akan memberi sensasi seolah buku itu hanya dicetak satu biji hanya untuk kita. Sialnya gue kemarin tidak begitu.
4. Untuk menghasilkan foto indah nan sarat makna, jangan lupa barang yang berkaitan dengan si idola (dalam hal Andrea Hirata adalah buku terbarunya) diikutsertakan pula ketika kita foto bareng sama si idola. Foto pertama gue, karena gugup, hanyalah foto berdua sama Bang Andrea (sok kenal :p). Maka, setelah dipikir-pikir, gue harus foto lagi dengan buku terpampang diantara kami. Untuk itulah, saat antrian habis, gue datang lagi ke beliau, hanya untuk minta foto lagi. Tapi sayang seribu sayang, foto yang dihasilkan pun tidak memuaskan hati walaupun udah dicoba dua kali. Di akhir, beliau bilang sambil bercanda, "Untuk dipajang di Facebook, ya?". Hehe, maaf ya Bang, mugkin saya ini fans Andrea Hirata paling norak setanah air.



Hei Bang, lihat kemana, Bang?

But anyhow, gue senang sekali hari itu. Semuanya dilakukan atas inisiatif gue sendiri, bukunya pun dibeli dengan uang gue sendiri, hoho :D

Oh iya, buku terbarunya Andrea Hirata itu punya sesuatu yang unik. Jadi, satu buku itu ada dua judul, Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas. Bentuknya pun layaknya 2 buku dijadikan 1. Kalau udah sampai di halaman terakhir Padang Bulan, jangan diterusin baca halaman selanjutnya. Bukunya dibalik dulu, mundur sampai halaman pertama Cinta di Dalam Gelas, baru bisa dibaca :D


"Salam, Andrea Hirata" :)

Karyanya kali ini merupakan dwilogi, dan meminjam kata-kata beliau, "Novel ini bisa disebut lanjutan tetralogi Laskar Pelangi karena setting dan beberapa tokohnya sama. Tapi bisa juga bukan karena tokoh-tokohnya di dalamnya dibangun kembali dari awal."
Gue sendiri baru baca Padang Bulan sampai Mozaik 22, nanti pulang mau lanjutin lagi :)

Cheers!

Sunday, June 6, 2010

Heading Yogyakarta

Wow, ini pertama kalinya gue ke luar kota sendirian. Well, memang ga sendirian, bareng Mei juga. Tapi bagi gue yang dari lahir di Bandung dan anak rumahan yang ga pernah kemana-mana, pergi ke luar kota dengan hanya gue dan temen gue adalah sesuatu yang baru. Apalagi tujuannya adalah Yogya, luar Jawa Barat (jauh gitu loh maksudnya :p).


Gue ke Yogyakarta ini dalam rangka Kerja Praktek, folks. Jangan ngebayangin Malioboro yang panas dan rame banyak orang gitu. Tempat gue KP adalah kumbung-kumbung jamur di dusun Grogol, Kaliurang., deket Gunung Merapi. Kata temen gue yang asli situ sih katanya tempatnya dingin, yaiyalah ya deket gunung. Lagian jamur juga cocoknya tumbuh di daerah dataran tinggi gitu. Gue disana, bareng Mei dan Tamtam, akan KP selama sebulan meneliti jamur, jamur yang dibudidaya macem-macem, ada jamur tiram, kuping, dan shiitake. Kalo pengen tahu, liat lebih jelas aja di sini ;)

Jadilah gue selama sebulan resmi jadi anak kosan (fyi, bahkan tempat tinggalnya aja belum tau dimana, hiks). Seharian tadi gue packing dan belum beres sih sebenernya sekarang, hehe gatel aja pengen posting.



Handbag yang mau dibawa (ternyata isinya makanan semua :p)

Gue berangkat pake bis beberapa jam lagi nih, jam 18.30, dan nyampe sana jam 04.30. Tadinya mau pake kereta api, tapi nyampe Yogyanya jam 3 subuh. Kan horor kalau kita berdua yang ga tau rimba sana dateng subuh-subuh, ga ada yang jemput lagi. Oke, gue harus kembali beres-beres. Doakan yaaa ;)

Cheers!

Tuesday, June 1, 2010

Pancake!

Sebelumnya, gue udah pernah nyobain bikin pancake di rumahnya Refa. Tapi karena penasaran bikin sendiri, akhirnya gue menyempatkan beli Pondan Pancake&Crepes dan voila, here they are :D


Toppingnya bisa macem-macem sesuai selera, kemarin gue pilih bahan yang ada aja di rumah, which is honey and ice cream. Nyam!

Honey pancake


Milk and ice cream pancake (udah dimakan sebagian baru difoto, haha :p)

Di bungkusnya juga ada beberapa resep topping yang bisa diikutin. Sekedar tips, kalau bahan yang di resep agak susah, misalnya pake saus maple yang jarang dijual, ganti aja pake madu, just like what i did, hehe. Dan jangan lupa pas masak pancakenya pake api kecil ya biar ga cepet gosong ;)

Cheers!

Monday, May 31, 2010

Putri Ayu

Dua hari kemarin gue dan orangtua gue jadi keranjingan nonton Indonesia Mencari Bakat di TransTV. Yea, yea, call me "kemana aja??" untuk baru nonton acara itu sekarang-sekarang. Tapi beralasan juga sih karena gue pikir acara ini ngejiplak pencarian bakat kaya America's Got Talent or something, dan udah skeptis duluan yang ditampilin juga garing dan bakat-bakat yang maksa. Ditambah gue pernah baca review di koran kalo ada yang ikut acara ini dan kerjaannya melotot-melototin matanya pas akting marah. Oh, what a crap.
Tapi, setelah gue nonton sekali, ternyata bagus juga. Mereka punya talent yang dikemas jadi acara yang menarik dan menghibur. Dan favorit gue adalah Putri Ayu. She's only 13 but has a stunning voice. Just check it out ;)

Gila, suaranya bikin merinding (gue sih memang suka denga lagu kaya gini dan selalu merinding kalau suara penyanyinya bagus) and for honest, i prefer her than Gita Gutawa. Memang belum sempurna, tapi dia punya aset berharga, tinggal dipoles dikit, you can go to Broadway, you know, Putri. Jangan jadi artis di Indonesia yang nanti rutin masuk acara gosip. Meningan belajar di luar dan kembali ke Indonesia sudah jadi nama besar yang membanggakan. Hey, I wish my future daughter could sang like this ;)

Saturday, May 29, 2010

Fermentstation: A Delicious Trip to Fermented Foods

Tanggal 28-29 April kemarin, jurusan gue, Mikrobiologi, mengadakan acara pameran makanan fermentasi yang bertajuk Fermenstation: A Delicious Trip to Fermented Foods. Fyi, yang ngasih nama itu gue looooh..hehe agak bangga juga soalnya acaranya besar dan baliho yang dipajang juga gede-gede dimana orang banyak bisa baca, dan tercantum di semua surat yang dikeluarin untuk ngurusin acara itu. Hehe, ada rasa gimanaa gitu ketika nama yang keluar dari ide lo tercetak hitam di atas putih ;)

Poster yang dipublikasi. Yaay! :D

Acara ini sebenernya adalah acara rutin tiap taun yang diadain mahasiswa tingkat 3 prodi Mikrobiologi yang memamerkan hasil penelitian mata kuliah Mikrobiologi Analitik. Jadi, di mata kuliah itu ada praktikum yang topik penelitiannya tentang makanan fermentasi, ada yang bikin nata de banana (kelompok gue), ikan samu, terasi udang, tempoyak, keju, dan tempe gembus. Hasilnya--yang tentunya udah diuji toksisitas dan organoleptik--dipamerkan ke khalayak banyak. Tujuannya adalah mengenalkan makanan fermentasi dan sekalian promosi prodi Mikrobiologi aja, biar eksis. Hehe.

Taun kemarin (angkatan 2006) juga ngadain, tapi makanan yang dipamerin cuma satu macem, keju doang, dan pamerannya berlangsung di selasar Kebab. Taun ini pas angkatan gue, Ibu Pingkan, selaku dosen matkulnya, pengen acaranya diperbesar dari skala tempat, produksi, publikasi, dan jumlah undangan. Jadilah kita sebagai pengisi acara juga merangkap panitia. Heboh banget deh, darah keringat air mata ngurusinnya.

Bu Pingkan: awal dari semua acara ini terjadi ;)

Sekedar berbagi pengetahuan, makanan fermentasi itu makanan yang melibatkan mikroba pada proses pembuatannya. Ada fermentasi spontan, yang mikrobanya udah secara alami muncul sendiri di makanan itu, ada fermentasi buatan, yang mikrobanya sengaja ditambahin. Makanan yang difermentasi biasanya lebih tahan lama dan cita rasanya meningkat. Contohnya ga usah jauh-jauh, tempe yang dimakan sehari-hari aja adalah produk fermentasi dari kacang kedelai yang dibantu sama jamur Rhizopus. Makanan fermentasi itu jumlahnya buuannnyaaak banget di seluruh dunia ini, di Indonesia aja belum tentu semuanya diketahui sama masyarakat luas. Mungkin harus ada yang mendata makanan fermentasi di seluruh Indonesia dan jadi semacam database gitu, sebelum makanan/minuman fermentasi unik yang tiba-tiba diklaim bangsa lain. Hmm, gue jadi berpikir, itu bisa juga jadi kerjaan ya (elus-elus dagu).

Nah, allow me to introduce our fermented foods exhibitioned in Fermentstation:
1. Nata de Banana : ini mirip sama nata de coco, bedanya kalau nata de coco pake bahan dasar air kelapa, kalau nata de banana pake air kulit pisang. Nata yang dihasilin sama persis kaya nata de coco, jadi jangan anggap nata de banana ada rasa-rasa pisangnya ya, hehe. Fermentasi ini pake bakteri Acetobacter xylinum.
2. Ikan samu : samu itu artinya beras. Ikan beras, apa itu? Jadi ikan samu itu ikan kembung yang dibalut beras, ditumpuk-tumpuk, terus disimpen (difermentasi) beberapa hari, dan voila jadi deh ikan samu yang asin. Fermentasi ini pake mikroba indigen, mikroba yang alami ada di situ.
3. Terasi udang : kalau yang ini kayanya udah ga asing lagi kali ya. Udang ditumbuk dan dikasih beberapa bumbu, disimpen dan jadi deh terasi udang. Fermentasi ini juga pake mikroba indigen.
4. Tempe gembus : tempe ini dibuat dari ampas tahu, difermentasi pake jamur Rhizopus. Tempe gembus ini jadi favorit loh pas pameran, abis enak dan testernya banyak, hehe.
5. Keju : keju yang dibuat ada dua macem, ada yang dari susu kedelai dan susu kambing. Keju susu kambing rasanya memang lebih enak dari susu kedelai, tapi harga susu kambing mahal banget, jadinya yang diperbanyak susu kedelai. Rasanya agak asem, tapi kalau ditambah apluket dan garlic jadi saus keju thousand island yang enak loh. Fermentasi ini kalau ga salah ditambahin mikroba tertentu, tapi gue lupa nama bakterinya apa. Hehe, forgive me kelompok keju ;p
6. Tempoyak : paasti banyak yang ga tau, hehe. Tempoyak itu fermentasi (pake mikroba indigen) durian yang sebelumnya udah ditambah cabe dan garem. Pasti bingung kan rasanya? Tempoyak ini makanan khas Palembang, biasa dijadiin bumbu masak. Pameran kemarin kelompok tempoyak ngolah ayam dan ikan patin pake tempoyak. Hasilnya? Enak banget ;)

Stand kelompok gue dikerubungin orang-orang yang lapar tester :p

Acara ini cukup sukses dilihat dari jumlah orang yang dateng, 1000 orang per hari datang untuk nyobain makanan fermentasi. Magnet terbesar sih emang gara-gara ada free tester, kebanyakan dari yang datang emang memburu free tester yang masing-masing stand nyedian. Oh iya, karena acaranya besar, jadi ga cuma stand 6 kelompok inti aja, juga ada tambahan dari stand-stand lain yang ikut ngeramein acara ini. Di hari kedua juga banyak media yang ngeliput, ada dari Trans TV (apa Trans 7 ya?), TV One, Metro TV, majalah Tempo, dan koran Kompas. Temen gue selaku ketua acara juga langsung dikerubungin wartawan aja, berasa artis lagi press conference.

Akhir kata, gue bangga dengan acara ini. Terutama acara ini adalah hasil dari kerjasama temen-temen seangkatan Mikrobiologi 2007. Oh, I'm so proud to be one of them. Kebersamaan kita membuktikan analogi batang lidi yang tipis rapuh bisa jadi sapu yang kuat ketika semua batang lidi itu bersatu. I love you, guys.







Buat angkatan 2008, sukses ya taun depan. Ayo buat acara pameran ini jadi lebih baik lagi, let the world knows what Microbiology and fermented food is. Let ITB knows that Microbiology has something to be proud of. Let high school students know that Microbiology is as popular as other major (yang kebanyakan jurusan teknik). And let the world knows that fermented foods can be the country's valuable asset.


Cheers!