Sunday, August 15, 2010

PS: I Love You

Can you find yourself in a million star above?

Kamu ada di salah satu bintang itu, just an ordinary star, looks the same with the other. Tapi, kita, dua orang yang berbeda, kemudian bertemu. Kenapa? Kini aku mengerti, kini aku tahu jawabannya.

Satu tahun empat bulan bukan waktu yang singkat namun sekaligus terasa cepat berlalu. Kadang ada waktu yang dirasa mencekik hati kita, sedetik terasa sehari. Ada waktu dimana kita tertawa, rasanya tak cukup sehari ingin dihabiskan bersama. Such a long rocky road we had.

Namun, selama itulah aku belajar.
Kamu datang untuk cinta.
Kamu datang untuk bahagia.
Kamu datang untuk harapan.
Kamu datang untuk cita-cita.
Kamu datang untuk masa depan.

Masa-masa itu, adalah masa-masa pencarian dirimu yang sebenarnya, yang berujung pada kenyataan bahwa walaupun kamu setitik bintang di galaksi, kini aku bisa melihat bahwa kamu memang berbeda. You're my only one in a million.

Perjalanan kita masih panjang. Raih tanganku dan aku akan menyambut tanganmu erat.
Aku sayang kamu, Refa. Selalu. Selamanya. :)

*Lima taun ga akan kerasa ko, a. Selama kita menjalaninya bersama. Hehe ;)

Thursday, August 12, 2010

Journalism vs Bacteriology

Mata kuliah yang gue ambil semester ini:

Tugas Akhir 1
Mikrobiologi Lingkungan
Patogenesis Mikroba dan Imunologi
Manajemen Bioindustri dan Kewirausahaan
Proyek Teknologi Fungi
Bakteriologi
Jurnalisme Sains dan Teknologi
Sejarah Desain

9 mata kuliah. 22 sks.
Haha, hebat kan guwee :D
Itu cuma yang tercetak di KSM ko, nanti pas PRS juga mau ditendang salah satu, jadi cuma ngambil 20 sks.

Pukul 9 pagi tadi gue masuk ke kelas jurnalisme, dan tahukah kawan, gue belum pernah se-excited itu memandang silabus. Subhanallah, rasanya geli-geli gimana gitu. Here some of 'em: tips dan trik menulis artikel, editing, membuat resensi, journalism history, wawancara dan ivestigasi, dan jurnalisme televisi. Rasanya ingin berselingkuh saja dengan jurnalistik. Bahkan di pertemua pertama kami, dosennya meminta kami untuk menulis, apa pun. Saat itu, yang ada, gue malah curhat tentang diri gue sendiri aja yang kebagi tiga antara ilmu kemikrobiologian, become a writer/journalist/author, and become an entrepreneur.

Sedihnya, kuliah jurnalisme ini BENTROK sama kuliah bakteriologi. Huhu, sebal. Gue jadi bingung kan mana yang mau gue ambil dan mana yang mau gue lepas. Jurnalisme is sooo interesting, tapi bakteriologi juga (tampaknya) penting untuk menunjang TA gue yang rencananya sih memang bakteri yang ada hubungannya sama makanan gitu-gitu deh.

Oh ya Allah, aku cuma bisa berdoa ga bosen-bosennya: kalau sesuatu itu baik, maka dekatkanlah dan tunjukkan kebaikannya. Namun apabila sesuatu itu buruk, dekatkan dan tunjukkan pulalah keburukannya.

Bingung x(

Sunday, August 8, 2010

Officially 21

Wow, tanggal 5 Agustus kemarin, saya resmi berumur...



Thank you for tim Gerebek Surprise: Mei, Reni, Veness, Celi, Astri. Hundreds of love for you, guys :*
I've made my wishlist birthday, but my hope is I'll achieve those by myself in a year ahead, amin. Happy 21st! :)



Cheers! (21 image taken from here)

Monday, July 26, 2010

Journey to Jogja: Jogja Geographic

Jogja itu propinsi yang ukurannya kecil banget, yang kayanya dua hari aja udah bisa muter-muter satu propinsi. Masih kalah sama Bali sih ya, kata dosen gue yang asli sana, propinsi Bali cukup dijelajah dengan waktu sehari aja. Tapi kalau dibandingin sama propinsi Jawa Barat yang luas banget, yang bahkan ibukotanya--Bandung--sendiri gue ga hafal seluk-beluknya, Jogja tetaplah suatu propinsi kemasan imut (kepengaruh bahasa iklan :p)

Kota Jogjanya pun ga seberapa luas dibanding 4 kabupaten yang mengelilinginya. Kota Jogja yang dikenal orang dengan Malioboro, gudeg, pusat segala hotel dan penginapan, berada di tengah-tengah. Di sebelah utara, yang ada Gunung Merapi, adalah kabupaten Sleman. Kabupaten Kulon Progo di sebelah barat, kabupaten Gunung Kidul di sebelah timur, dan kabupaten Bantul di sebelah selatan. Senengnya, gue sudah menapaki kelima wilayah itu, hehe.


Kabupaten Sleman itu tempat KP gue, yang tinggal 2 km dari rumah tempat gue tinggal, dapat berjumpalah kita dengan Mbah Maridjan sang juru kunci Gunung Merapi. Sayangnya kemarin gue ngga explore kesana. Kabupaten Bantul dan dan Kulon Progo cuma gue lewatin pas perjalanan pulang aja. Sedangkan kalau Kabupaten Gunung Kidul adalah ketika gue diajak sama Bapak Medi sang direktur ST. Media Agro Merapi ke LIPI Jogja. Bukannya di suatu tempat yang gampang dijangkau di kota, gedung LIPI ini berdiri di suatu tempat di gunung. Jadi perjalanan kesana juga lumayan, jauh dan belok-belok. Gue yang ga tahan dengan medan kaya gitu apalagi di dalem mobil yang ngebut, cuma bisa merem.

Pulang dari LIPI: istirahat dulu sambil ngebakso di sebelah gapura Gunung Kidul :p

 Mei, Ibu Medi, Rio (anaknya), Tamtam, Pak Medi, gue--sembari menunggu pesanan :D

Jadi, kalau mau ke Jogja--selain ke kota--ga ada salahnya kalau kita juga ke tourist attraction sites yang ada di kabupaten. Misalnya, di Sleman ada banyak banget wisata agro, kaya jamur, sayur-sayuran, atau salak pondoh di daerah Turi. Kalau yang mau wisata kampus selain UGM, UNY, atau kampus lain di utara sana, datenglah ke UMY di Bantul. Di Bantul juga katanya ada warung Sate Petir Pak Nono (barusan nonton di TransTV, hehe) yang nyediain sate dan tongseng kambing superpedes, ampe 50 biji cabe rawit di satu porsi! Kalau yang ngga tahan pedes bisa-bisa meninggal deh :p. Ngga ketinggalan, disana juga ada pantai Parangtritis, tapi sayang gara-gara banyak banget orang yang datang, pantainya jadi agak kurang bersih. Kalau mau destinasi pantai lain, cobain pantai Baron dan Kukup di Kabupaten Gunung Kidul atau pantai Glagah di Kabupaten Kulon Progo. Katanya disana pantainya masih asri dengan pasir putih dan air yang masih bening.

All right, itu sedikit sharing gue tentang Jogja secara geografis. 
Up next: Malioboro! (or else, depends on my mood, hehe)


Cheers!

Tuesday, July 20, 2010

Journey to Jogja: The Very First Day

Perantauan gue ke Jogja selama sebulan kemarin memberikan banyak sekali pengalaman dan nilai-nilai kehidupan yang mempengaruhi cara berpikir gue sekarang. Please mark it, yang banyak gue dapet adalah pengalaman dan bukan pengetahuan yang berguna untuk Kerja Praktek itu sendiri. Apalagi untuk laporan. Seharusnya sih gue harus mulai menggarapnya sekarang, tapi moodnya belum pulang tuh dari kutub, masih jauh perjalanan katanya :p

Keputusan ke Jogja itu sendiri datang dengan terburu-buru dan diambil atas nama takut. Takut kalau ga dapet tempat KP, yang merembet ke takut dibuang ke Labkes RSHS yang rumornya disuruh meriksa sampel-sampel yang menjijikan. Bahkan pas perjalanan ke Jogja, di bis malam, ketika semua orang (yang kayanya semuanya orang Jogja/Solo) tidur pulas, gue dan Mei berpandangan dan mempertanyakan "kita ngapain ya malem-malem, jauh-jauh ke Jogja?". Kita terkekeh sembari menanamkan optimisme di benak masing-masing dengan tangan yang ragu.

However, gue menikmati kedatangan gue di Jogja. Bahkan Mei bilang gue terlihat bahagia di minggu pertama kita datang. Hehe, untung aja gue suka travelling, taking photos, see and experience something new. Jadi, mungkin Journey to Jogja ini bakal lebih banyak nyeritain travel and livingnya disana, bukan tentang bagaimana KP gue (apalagi penelitiannya). Haha, I am so sick to tell it :p

Sarapan di Hotel Ibis

Jalan-jalan sekitar Malioboro

  Muter-muter pake delman sampai Alun-alun Selatan

Alun-alun Selatan itu yang ada pohon beringin kembar itu loh. Yang katanya kalo bisa jalan dari jarak jauh dan berhasil jalan diantara kedua pohon itu dengan mata tertutup, apapun keinginan kita bakal terkabul. Tamtam dan Mei nyobain, gue sih jadi juru rekam aja, hehe.


Kata orang sih memang sulit menembus beringin kembar itu, yang udah lurus-lurus dari awal, eh tiba-tiba belok. Tapi mereka berdua nyobain lagi dan akhirnya berhasil juga tuh.

Sehabis Tamtam check out dari hotel, kita naik taksi dan meluncur ke utara pake taksi. Di Jalan-Kaliurang-km 22.5-belok-ke-timur-400-meter lah tempat KP gue berdiri. Jangan bayangin gedung kotak besar bertingkat-tingkat berisi orang-orang penting yang memakai jas lab, ID card dan pulpen tersemat di sakunya. Jangan bayangin segala prosedur dan formulir resmi yang menyambut mahasiswa KP. Jangan bayangin apa-apa. Sesungguhnya oh sesungguhnya bulu roma gue merinding dari ujung kepala sampai ujung kaki pas liat tempat KP gue. People do judge by its cover, I believe.

This is it: Sanggar Tani Media Agro Merapi Jogjakarta

Wisma Oplosh, bagus tapi 300.000 per malem :(

Hari itu berakhir di Wisma Oplosh, beristirahat satu malam dan merundingkan dimana malam berikutnya kita akan tinggal: tetep di situ atau di rumah warga. Dan dengan menutupnya kelopak mata gue, tertutup pula hari itu, my very first day in Jogja. Tak ada mimpi, hidayah, atau firasat apapun tentang kehidupan gue sebulan ke depan... because the ship is about to start sailing...


Cheers!