Sunday, October 25, 2015

Hormone Talking

I've been so quiet lately. I rarely talk, even with my family. In that case, I'm not the type of person who easily talk about everything with my family. I know what you are thinking, "family is everything, you should be close to them, emotionally". Well, apparently I don't. Kinda sad and feel different. Well, I've been a different pattern since I was born so I guess it lasts til today. Probably not succeeded (yet) like my two sisters. I'm a mess: a 26 years old girl who still live in her parents house, work in a "questionable place", no decent guy attached to her life (which is also questionable), and still struggling on to get her ass out to study abroad (um, yeah, this is questionable too).

Bitter, I know. I do feel lonely but sometimes I like it this way. I keep life updates, plans, and feels to myself. This is why I blog, honestly. I am talking to myself right now. For you who read it, thank you, you are very kind to reach this sentence.

I probably have to strengthen my faith. Talk to Allah. Pray properly. Because by remembering Him, one will find peace.. is that right? Is it the hormone talking? Yes, it is time of the month, by the way.

Thanks to science, I have a explanation why I am so silent. It's called an introvert (sarcasm). I've taken several psychology tests and the result were similar. The word 'introvert' occurred most of the time. I'd like to elaborate it on my own words, but I feel like I'm emotionally exhausted so if I proceed, it'll be a long babbling.

So, hopefully this helps:
'




Cheers?

Sunday, October 18, 2015

The Ultimate Truth (Part 1)

Pertanyaan paling malesin selain "kapan nikah" adalah "kerja dimana". Karena bahkan setelah dijawab pun, pertanyaan masih berlanjut dengan "apa itu?", lengkap dengan kernyitan dahi.

Ya bukan salah mereka juga sih. Karena toh Pinteraktif bukan perusahaan besar kayak tempat teman-teman gw bekerja. The thing is I feel annoyed with that fact. Bahwa dengan itu, orang seperti berkesimpulan (walaupun ini mungkin hanya terjadi di kepala gw aja sih); "kok nggak nyambung sama kuliahnya?", "kok kerja di tempat seperti itu sih?", "memangnya susah ya dapet kerja di perusahaan besar?". Belum kalau yang tahu sejarah keluarga gw, pasti ada celetukan; "nggak mau lanjut sekolah?"

Just shut up. Sorry, I know you guys probably being nice but can we just appreciate what is and not pointing out what isn't? Don't you think I would aware of those questions from the first time I got this job? I mean, yes it is not directly related to my major. Who realized it in the first place? Well I don't know, let's see.. it was me, yay! (That's sarcasm, fyi).


Cukup kesel-keselnya. Itu yang gw rasakan sih selama ini. Tapi, tentu gw punya alasan juga kenapa sekarang masih di Pinteraktif. Bahkan, dalam beberapa minggu terakhir ini mulai bisa melihat hal-hal positif dan menghargai diri sendiri atas apa yang sudah dilakukan sampai tahun ketiga ini.

Apa sih Pinteraktif? Ngapain aja tuh inst-- ins-- insttrurrbussstnel designer?

(My job title is surely a tongue-twisted. It is considered so complex that I can use it for a password. It is instructional designer. We'll get there.)

Pertama, Pinteraktif itu adalah semacam educational technology company. EdTech, you can call it. Bisnis utamanya adalah di teknologi dan bagaimana teknologi (terkini, tentu saja) mengoptimasi proses pendidikan yang sudah ada. Bagaimana caranya? Support kami terletak di 3 bagian; software, hardware, dan konten.

Software kebanggaannya Pinteraktif adalah Pinteraktif Suite, sebuah LMS (Learning Management System) yang dibesarkan seperti anak sendiri (kok kayak iklan kecap). Itu tuh kayak software yang bikin manajemen pembelajaran jadi terintegrasi (nilai, ujian/konten online, bahan materi yang bisa didownload, kuis, jadwal, progress belajar, dsb).

Di hardware, Pinteraktif punya infrastruktur untuk mendukung proses belajar. Ada LED touchscreen yang nyambung sama Smart Podium. Bit tricky to explain this. Gampangnya kayak yang kalian lihat di acara Mario Teguh lah. But it's more than that (takut dijitak sama marketing :p).

Last but not least; konten. Ini adalah wilayah gw. Kami memproduksi konten-konten yang dibutuhin untuk belajar (mostly e-learning). Karena salah satu keyakinan kami adalah learning should be fun, jadi e-learning yang dibikin juga sebisa mungkin menarik. Tim konten menyulap materi yang penuh teks menjadi gambar, cerita, animasi, dan suara.

We have this video for a visual aid. Go check:


Nah, hal yang kedua, si instructional designer (ID) ini bertanggung jawab untuk (ambil napas):
menampung curhatan klien tentang urgensinya bikin e-learning,
menerima dan membaca bahan materi yang panjang (dan seringnya amburadul),
menyaring dan merapikannya sampai bisa dilihat seberapa banyak yang bisa dimasukkan dalam satu konten,
semedi merancang jalan cerita/alur penyampaian yang logis dan bentuk interaktivitasnya,
menyusun dokumen instructional design dan storyline,
mendiskusikannya dengan tim konten,
meeting follow up sama klien (dan mencatat keluh kesah klien; "yang ini kok gitu? saya maunya gini"),
kontrol kualitas skenario dan final content (bawel revisi).

Begitulah kira-kira.

Oke, terus?

Dengan beragamnya kerjaan gw sebagai ID dari hulu ke hilir produksi konten, gw jadi terlibat di beberapa titik krusial. Dan itu menjadikan posisi ini ID ini cukup signifikan di Pinteraktif sehingga kadang gw merasa menjadi ikan besar di kolam kecil. Ini bukan sombong, tapi toh ternyata ini mah memang pengalaman hidup. Lagipula, karena Pinteraktif ini kecil jadi sebesar-besarnya ikan, masih mirip-mirip juga ukurannya. Ibaratnya, kalau beberapa dari kami resign, ketimpangan pasti kerasa banget, karena kami sama-sama punya peran membesarkan Pinteraktif. Dulu, gw bukan mahasiswa cemerlang yang outstanding, so being a big fish in a small pond ini kaya takdir berkata "lu dulu gitu, sekarang cobain gini deh". Dan prinsip itu jadi membuka mata aja, bahwa ada juga loh lapisan kehidupan yang begini.

Gw juga jadi kenal sama orang-orang "kreatif" di Bandung. Pake tanda kutip karena bukan berarti kreatif secara seni tok, intinya sih orang-orang yang dulu pas kuliah sama sekali nggak kebayang bakal kenal. Dan ini membuat gw yang "oh ada yah yang kaya gini di Bandung". Seumur hidup nggak pernah jauh dari radius Bandung Utara dengan ritme sekolah-rumah jadi emang rada cupu :p. Bahwa kemudian gw jadi ikut-ikut acara "ke-Bandung-an" jadi bikin mikir kalau mungkin gw ada di sini sekarang adalah suatu kesempatan melakukan sesuatu untuk kota ini. Jadi bon cabe doang sih, tapi bon cabe di bawah denyut pemerintahan Kang Emil jadi bawa pengaruh beda.

Oke, ini harus segera dibagi dua (whaat, there's more?) sebelum jadi curcol berkepanjangan.

Poinnya adalah gw disini mencoba menjelaskan apa yang sebetulnya gw kerjakan selama ini. And it may not a perfect, "decent", shimmering-gold, spotlight-stealing job, but being not okay is okay, you know? Life is all about imperfection. Tugas manusia kemudian: pertama, bersyukur atas apa yang dimiliki; kedua, terus mencari cara agar apa yang dimiliki menjadi lebih baik dan lebih baik.

The creative director, instructional designer, and illustrator
Part 2 akan menggarisbawahi bagaimana gw (pada akhirnya) mengatasi segala pertanyaan-pertanyaan annoying itu. Bear with me. ;)

Cheers!

Friday, October 16, 2015

Family Goal

Hi!

You fellow 9gagers must have known a GIF that shown an over enthusiastic girl who breaks a glass plate (I don't know, is it a glass?) when she and her family are celebrating new year. I was surprised and I thought she was really that hyper active and the parents were really astonished of her daughter's act.


Turns out it's staged for their Vine video. Again, I found this from someone's shared link in Facebook (I didn't even care remember who shared this, lol). They called themselves Eh Bee Family, and they're all that comical and amusing. Check out their Vine compilation:



As you see, I think the mastermind of these acts is the father. I mean, just look at that face :)). Good thing that he got a wife and kids who are as humorous as he is. And I love how they are cooperated with each other. A wonderful funny family coming to my bucket list!

Cheerio!

Monday, October 12, 2015

Feed Your Brain

Cool shelf! Future husband, can we get one? Source from here

If you, by chance, find my Facebook page and see nothing but tagged photos, that's because I keep it that way since ages--guess I've stopped updating Facebook since 2012. But I'm not entirely inactive. I almost sign in Facebook every day. It's the media where I can observe some of my friends' life achievements which end up make me miserable about mine and not displaying any response to it. I like to be invisible, a judgemental silent reader. But, I think the foremost reason why I sign in to Facebook on a daily basis is because I can find some interesting links (news and updates) which my friends shared. Some are stupid, some are hilarious, but there are considerably number of enlightening information too.

From the links they shared I did an "exploration" and found the official homepage of the information bits. I simply wanted to know what kind of website that hosts this interesting topic. So I found I fucking love science (damn cool the name!) and Vox. Later on, I also found New Scientist and Futurity. These add my reading list after TED (both TED Talks and TedEd). Beside the websites surfing on my (office) desktop, I sometimes read articles in Flipboard science section on my tablet (I chose style, home, travel, film, and celebrity to appear in my homepage Flipboard, aside from science, though).

What I am going with this is that sometimes I read too much I can't write. Haha, that's just an excuse. No, I mean, it is important to keep myself, yourself, ourselves--to feed our brain as often as we feed our stomach. I don't know how to put it because now part of my brain is booing me because I may be wrong (considering some readers' response). But for me, personally, I do it to keep me sane. To keep my brain well-fed. To maintain to not stupid while I entertain myself. And I'm pretty much enjoy myself who love to seek some new knowledge, and science is a part of it.

Nerd? Good.
Weird? Brilliant.

Oh, and what I wanted to share with you is that just minutes ago, I found an article titled Scans Map The Brain As People Read Harry Potter.
Interesting fact number one is the technology can be used in the future to know what exactly the problem in one's brain with dyslexia, stroke, or learning trouble. Interesting fact number two is (wait this is what I implied, not stated in the article) reading is paramount. It activates a lot of brain cells to comprehend something we read, as I quote from the article: "Those findings suggest how words are integrated into memory--how the brain first visually perceives a word and then begins accessing the properties of the word and fitting it into the story context.".


That is one of the reasons why this year I'm excited for "a book a month" project. So far it has been going pretty well. This is, like, the first year I actually read a book a month and that feels really good. I want my future children to be smart. Since intelligence is inherited from the mother, I'm responsible to not make myself stupid in order to produce clever offspring. Aaand, of course, their father should be intelligent too so he can teach and show them profound life values.

Ookay, that was a long rambling passage. 
Here's a point: I do realize that there are many kinds of intelligence. I'm maybe good at linguistic and existential, but very sloppy in logical and intra/interpersonal intelligence. I guess the best thing for us is to embrace and maximize it as long as we live. Those what I wrote about is simply my way to add and sharpen my existing knowledge of science. Go find yours. ;)

Cheers!

Sunday, September 13, 2015

Be Reminded

Ada beberapa ayat Al-Qur'an yang pengen gw post disini sebagai self reminder aja.

Q.S Thaha: 130
"Maka bersabarlah engkau (Muhammad) atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum matahari terbit, dan sebelum terbenam, dan bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari, agar engkau merasa tenang."

Interpretasi naif gw ini adalah perintah untuk sabar menghadapi apa kata orang. Caranya gimana? Sebutlah nama Allah di waktu-waktu yang ditentukan: solat. Nggak eksplisit nyebut subuh, dzuhur, ashar, magrib, atau isya. Tapi kita tahu dengan keterangan waktu-waktu di atas itu kurang lebih adalah solat 5 waktu plus tahajud.

Q.S Thaha: 131
"Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal."

Ini untuk mengingatkan gw bahwa jangan lihat kesenangan orang kemudian ngebanding-bandingin sama kesenangan sendiri. Apalagi di sosmed. Karena toh kesenangan juga adalah ujian.

Q.S Thaha: 132
"Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak memberi rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi mereka yang bertakwa."

Kalau ini reminder bahwa solat itu memang nggak gampang loh, bagi gw pribadi ya. Belum bisa tepat waktu, karena kalau lagi di tengah-tengah kegiatan sesuatu gitu pasti tanggung: "nanti 15 menit lagi". Jadi, memang harus bersabar. Gw menganggap bahwa sesuatu yang diperintahkan sabar itu adalah sesuatu yang emang bukan main-main dan nggak gampang, salah satunya ya solat. Bersabar artinya, bersabar menunda pekerjaan dulu karena sudah waktunya solat. Bersabar untuk berhenti nonton atau ngobrol karena sudah waktunya solat. Bersabar kalau lagi solat, pikirannya jangan pengen cepet-cepet beres gara-gara gak mau ketinggalan gosip, misalnya. Overall, berjuang dalam sabar karena ini adalah untuk mencari ridho Allah juga Sang Pemberi Rezeki.

Q.S Al-Anbiya: 35
"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami."

Sudah jelas: Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Another statement bahwa kebaikan pun adalah suatu cobaan. Kan ayat itu nggak menyebutkan bahwa "menguji dengan keburukan sebagai cobaan". Tapi, keburukan plus kebaikan adalah satu paket cobaan.

Q.S Al-Anbiya: 37
"Manusia diciptakan (bersifat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Ku. Maka janganlah meminta Aku menyegerakannya."

Ini pengingat banget: "nah lu tuh suka buru-buru, wa!". Wajar sih karena sifat manusia diciptakan begitu, tapi bukan untuk dipelihara manja, melainkan untuk dimanfaatkan bijak. Jadi inget masalah nikah. Atau apa pun lah yang suka ditanya orang kalau basa-basi. Bisa aja kan ada kasus: "iih pengen cepet nikah" terus orang tersebut berdoa: "ya Allah, mudah-mudahan aku cepet nikah". Ya gw juga mau sih nikah, tapi nggak doa gitu kok, beneran :p. Maksudnya, Allah juga tahu kok waktu yang tepat buat kita untuk akhirnya mampu mengemban rezeki yang selama ini kita minta.

Kalau ada yang sama-sama merasa diingatkan, alhamdulillah. Tapi insyaallah tujuannya ini sih untuk pengingat pribadi aja. Sebelum akhirnya ketumpuk sama jumbled information on my brain. ;)
Oh, ada lagi sih ayat yang pengen gw share. Al-Anbiya juga (currently recite it), tentang penciptaan bumi, I guess. I'll share on the next post.

Cheers!