Sunday, August 22, 2010

Capote (continued)

Bahkan untuk nulis ini gue membutuhkan studi literatur, and different from my duty to do the same for my report, this is fun! :p


These things i found interesting from Truman Capote:


1. Bagi yang belum tau, he is the author of Breakfast at Tiffany's yang booming dengan Audrey Hepburn sebagai Holly Golightly. Audrey Hepburn sendiri jadi ikon sejak main di film itu, especially for her LBD yang ga pernah basi di kamus fashion manapun.



2. Sahabatan sejak kecil dengan Harper Lee. Just so you know, Harper Lee adalah penulis buku--yang merupakan karya satu-satunya--yang menang Pulitzer Award: To Kill A Mocking Bird. Karakter Dill di buku itu terinspirasi oleh sifatnya Truman Capote. Harper Lee kemudian yang menjadi partnernya Truman pas melakukan risetnya di Kansas untuk nulis In Cold Blood.

3. Capote is pronounced 'ka-pou-ti'. His literary movement is southern gothic.


4. Philip Seymour Hoffman as Truman Capote in Capote was brilliant. Dia sangat total dalam segala hal, cara ngomongnya yang melengking, bahasa tubuhnya, apalagi karena Truman adalah seseorang yang metroseksual. Mudah-mudahan Philip Hoffman ga terus-terusan mengangkat kelingkingnya pas nelpon dan ga jadi penyuka sesama jenis sehabis syuting. :p

Real Truman Capote (left) and Phillip S. Hoffman as Truman Capote in Capote

5. Ketika riset untuk In Cold Blood, Truman menjalin kaitan emosi dengan salah satu terdakwa, Perry Smith. Niatnya ngorek informasi tentang apa yang terjadi pada saat malam pembunuhan itu, malah jadi curhat-curhatan. Ada satu adegan di Capote ketika Perry difoto untuk kepentingan arsip tahanan penjara, Truman iseng ikut-ikutan difoto. Gue pikir, "ah nih apaan sih, manjang-manjangin durasi aja". Ternyata, sangat menarik sekali, adegan itu memang terjadi di kehidupan yang sebenernya. Foto Truman dengan Perry Smith si pembunuh (ganteng, I have to say :p) benar-benar pernah terjadi dan ada. Wooo :O

Foto di film (atas) dan foto yang benerannya (bawah)

6. In Cold Blood sendiri pernah diangkat jadi film tahun 1967, tepat satu tahun setelah bukunya terbit.


7. Truman Capote terobsesi dengan menulis. He is a writer, an author, a novelist, and a journalist. In this case, I eagerly want to be like him!
I began writing really sort of seriously when I was about 11. I say seriously in the sense that like other kids go home and practice the violin or the piano or whatever, I used to go home from school every day and I would write for about three hours. I was obsessed by it.

Semua informasi ini gue dapatkan dari Wikipedia, and other resource. Just click if you want to know further :)
So, dengan gue kepo akan hal ini, I can't wait to watch the rest of the movie next week. Hehe.



Cheers!

1 comment:

  1. huooooo... ini namanya Kepo yang positif waaa.. Nice post!.. Capote di film sama yang asli kok bisa mirip gitu yaa.. sayang filmnya ga jadi dilanjutin.. aku masih belum tau itu film tamatnya gmn. Coba kalo setiap habis kuliah kamu kepo kayak gini, misal habis kuliah mikologi ,belajar jamur Tricodherma syalala. Trus kamu kepo, kamu cari literaturnya, kamu tulis di blog. HUOW! everybody will follow your blog dear!

    ReplyDelete