Wednesday, July 12, 2017

Yakult Suhu Ruang

Sebelumnya maaf ya malam kemarin skip menulis karena saya preservasi energi dengan menutup kelopak mata dan menurunkan aktivitas seluler. Ngomong we syare lah. Padahal udah ada beberapa topik yang pengen di-share tapi kemudian tunduh.

Anyway, dari sekian (padahal cuma 2-3 doang sih) topik tersebut, yang kepikiran adalah Yakult.

Di rumah gw, Yakult adalah primadona yang hampir selalu ada, layaknya buah-buahan di pinggir meja makan. Lupa pastinya kapan, tapi kebiasaan ini kayaknya udah dilakukan dari lama. Seringnya sih abis belanja, si satu bungkus Yakult yang isinya 5 botol ini langsung dimasukin kulkas. Tapi at times juga kadang dibiarin aja gitu di keresek agak lama (not days, but hours), atau ketika gw notice, si Yakult mejeng aja gitu di meja, suhunya udah melebur jadi suhu ruang. Ew.

Yakult suhu ruang bagi gw sama cringy-nya kayak kopi suhu ruang, orang yang tepuk tangan di bioskop, dan orang yang tepuk tangan setelah pesawat landing. Tidak pada tempatnya, gitu. I mean, Yakult kan isinya bakteri hidup yang supposed to be memperbaiki ekosistem mikroflora pencernaan kita dengan menambah jumlah bakteri baik. Mereka hidup ya karena nanti di usus akan menghasilkan senyawa yang bermanfaat bagi tubuh. Demikian sisa-sisa ilmu Mikrobiologi yang ada di kepala saya.


Isinya Yakult, kata Mas Wikipedia

Nah, untuk terus hidup, si bakteri Lactobacillus casei ini harus berada di suhu kurang dari 10 derajat. There is a reason why it's displayed in the fridge, to keep 'em alive. Maka ketika dia ada di suhu ruang (sekitar 20-25 derajat Celcius), bakterinya "kepanasan" dan akhirnya mati. Satu botol Yakult ini katanya mengandung 6,5 miliar bakteri, mungkin hampir setengahnya mati kalau Yakult suhu ruang terjadi dalam beberapa jam. Jadi ketika kita minum Yakult suhu ruang, kita hanya dapat flavour dan "mayat" bakteri saja. "Mayat" bakteri masih bisa bermanfaat sih at some cases, but one thing for sure, kita jadi tidak mendapatkan benefit senyawa yang bisa disumbangkan si bakteri ini ketika diminum "hidup-hidup".

Berhubung udah mepet deadline ya sis, ini masih berupa fakta yang gw inget aja dulu. Perlu ditambah info soal "kan nanti juga lewat asam lambung, will they die anyway?". Tebakan gw adalah (trust me I was a microbiologist), karena Yakult ini adalah probiotik, jadi pasti didesain untuk tahan asam lambung sehingga bakterinya bisa selamat sampai usus.

Gitu aja dulu. Pesannya adalah: plis jangan biarkan Yakult-mu (terlalu lama) berada di suhu ruang.


Bukan di-endorse Yakult


Cheers!
#31dayswritingchallenge #day8

6 comments:

  1. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kbagi.com untuk info selengkapnya.

    Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    ReplyDelete
  2. Bukannya justru di bawah suhu 10 derajat bakterinya jadi tidak aktif ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bakteri dalam yakult hidup di bawah suhu 10 derajat... Dan pengalaman dari saya baca² sebenarnya bakteri dalam yakult bertahan selama 1 hari lebih dari itu bakteri tewas

      Delete
  3. tergantung jenis bakterinya. bakteri ada yang termofil (hidup di suhu tinggi), mesofil (suhu ruang) dan psikrofil (suhu dingin). nah bakteri yakult ini tergolong psikrofil makanya cuma hidup di suhu rendah dan mati di auhu ruang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo terlanjur di suhu ruang berhari hari, apa bisa hidup lagi kalo dimasukin kulkas kak ?

      Delete
    2. Lebih baik diminum segera, karena yakult ini berguna untuk menekan pertumbuhan bakteri H.Pylori yang menyebabkan tukak lambung
      Kunjungi juga tanparagu.com

      Delete